28 Mar 2018 17:00

5 Jenis Bungkus Makanan Sehari-hari, Anda Tahu Mana yang Paling Aman?

keluarga kokoh

ilovethaitrip.com

SHARE:

Oleh: Tya Achni

Setiap kali kita ngemil atau membeli makanan, bisa dipastikan kita akan mendapatkan bungkus. Sesuai fungsinya, bungkus berguna untuk memudahkan kita dalam mengonsumsi atau memindahkan makanan. Nah, persoalannya adalah, sering kali kita tidak sadar bahwa ada beberapa jenis bungkus tertentu yang ternyata berbahaya bagi kesehatan! Wah, apa saja ya? Simak daftarnya di bawah ini:

1. Plastik

okeinfo.net

Plastik memang jadi jujugan utama untuk membungkus makanan. Nama lain dari zat ini adalah musuh lingkungan, karena sifatnya yang sangat sulit didaur ulang. Kantong plastik atau kresek yang sering kita gunakan itu terbuat dari bahan-bahan daur ulang. Bahan-bahan daur ulang ini bisa berbentuk bahan yang aman atau juga yang berbahaya. Bahan yang berbahaya misalnya bekas kemasan zat kimia atau kemasan zat-zat beracun lainnya. Senyawa yang ada pada bahan daur ulang itu ternyata tidak hilang sepenuhnya. Senyawa-senyawa itu tetap akan terbawa saat didaur ulang menjadi kantong plastik.

2. Kertas pembungkus makanan

beritagar.id

Suka membeli gorengan yang dibungkus kertas? Pembungkus kertas akan jadi berbahaya jika yang digunakan adalah kertas bekas koran atau majalah. Kertas koran dan majalah mengandung tinta yang bisa masuk ke dalam makanan yang dibungkus. Tinta tersebut mengandung timbal yang melebihi batas. Bila zat ini masuk ke dalam tubuh bisa mengganggu sistem peredaran darah.

Baca Juga: Pemuda Ini Membangun Rumah Untuk Ibunya, Interiornya Menakjubkan!

3. Styrofoam

hellosehat.com

Styrofoam jadi pilihan para pedagang karena terbuat dari kopolimer styrene yang mampu mencegah terjadinya kebocoran makanan dan bentuknya stabil. Selain itu juga bisa mempertahankan suhu panas maupun dingin. Namun, beberapa penelitian meragukan kemampuan styrofoam dalam membungkus makanan. Karena ada zat kimia yang bisa menyebabkan sakit kepala hingga gangguan sistem saraf jika terkena kontak dengan makanan. Untuk itu, cara paling aman menggunakan styrofoam adalah dengan mengalasi makanan dengan kertas nasi dan tidak menggunakan styrofoam untuk makanan yang masih sangat panas.

4. Kaleng

active.com

Banyak yang merasa, makanan yang dibungkus kaleng, jauh lebih segar. Kenyataannya, makanan yang dikemas dengan kaleng justru akan kehilangan kesegaran dan nilai gizinya. Karena proses pengolahannya dilakukan dengan suhu tinggi. Namun, kaleng adalah pembungkus makanan yang aman karena sudah diproses sedemikian rupa oleh pabrik. Kaleng akan mencegah terpaparnya makanan dari cahaya, mencegah kebocoran, dan juga gangguan dari luar karena lebih tertutup.

5. Gelas atau kaca

asdreports.com

Bahan yang paling aman untuk makanan adalah gelas atau kaca. Karena tidak ada kandungan berbahaya apapun yang lepas jika berkontak dengan makanan. Selain itu, kemasan juga akan jauh lebih rapat dan terjaga. Hanya memang, kekurangannya adalah mudah pecah jika tidak dibawa dengan hati-hati, selain itu material kaca lebih berat.

Akan lebih dan sangat lebih baik lagi bila Anda membawa sendiri kotak bekal kemanapun Anda pergi. Selain karena sudah mengerti higienitasnya, Anda tak perlu ragu dengan bahayanya.

Baca Juga: Menginspirasi, 5 Artis Cantik Ini Peduli pada Dunia Pendidikan


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali