22 Mar 2018 17:00

Kesepian Jangan Dipendam Tapi Harus Dilawan, 5 Cara Ini Terbukti Ampuh

keluarga kokoh

https://www.nytimes.com

SHARE:

Oleh: Tya Achni

Hampir semua orang tentu pernah merasakan kesepian. Hal yang membedakan? Tentu bagaimana masing-masing individu bereaksi dan mengatasi perasaan kesepian tersebut. Tak perlu takut, juga tak perlu merasa malu, karena perasaan kesepian adalah hal yang manusiawi. Tapi, saat Anda merasa kesepian, pastikan Anda segera bangkit dengan melakukan 5 hal berikut ini:

1. Jujurlah pada diri sendiri

https://fromthegrapevine.com

Banyak orang yang secara naluriah mencoba lari dari kesepian. Beberapa orang menyangkal bahwa mereka kesepian dan mencoba mengalihkannya dengan tidur seharian, menonton TV, dan serangkaian hal lainnya. Menyibukkan diri tanpa menerima bahwa Anda memang merasa kesepian tidak akan berhasil dilakukan. Mungkin berhasil, tapi hanya untuk sesaat, bukan sebagai solusi jangka panjang. Yang perlu direfleksikan supaya bisa mengatasi kesepian di antaranya adalah penyebab Anda merasa kesepian, misalnya karena orang-orang di sekitar Anda tampak sedang bahagia sekali dan punya kesibukan masing-masing, sementara Anda sedang merasa terpuruk. Kemudian, cari tahu juga situasi atau waktu seperti apa yang biasanya memicu rasa kesepian. Contohnya ketika Anda pulang dari sekolah, kampus, atau kantor dan tidak ada orang yang menyambut. Dari situ, Anda akan belajar untuk memperbaiki pandangan Anda terhadap hidup dan pelan-pelan mengusir rasa kesepian dalam hati.

2. Lawanlah rasa kesepian itu!

https://www.aconsciousrethink.com

Saat merasa kesepian, tandanya ada sesuatu yang memicu ingatan Anda akan perasaan menyakitkan, menakutkan, dan kehampaan yang membuat Anda merasa sendirian. Otak dirancang untuk memperhatikan rasa sakit dan bahaya, termasuk perasaan menakutkan dan menyakitkan. Oleh karena itu, saat merasa kesepian, otak mengirimkan sinyal yang membuatnya mendominasi perasaan Anda. Namun, Anda harus segera tersadar bahwa pada dasarnya kesepian adalah kondisi emosi yang sebenarnya muncul dari dalam diri berdasarkan persepsi Anda sendiri. Kesepian bisa Anda lawan, jangan hanya ditunggu sampai keadaan membaik sendiri.

Baca Juga: Sulap Kamar Tidur Mirip Kamar Hotel dengan 5 Cara Ini

3. Buat daftar rencana untuk melawan kesepian

https://www.fotolia.com

Setelah menerima dan menyadari segala hal tentang kesepian yang Anda alami, sekarang saatnya membuat rencana untuk melawan dan mengatasi kesepian tersebut. Kadang, obat untuk mengatasi kesepian itu sederhana. Misalnya duduk santai bersama ibu sambil minum teh dan mengobrol soal kekhawatiran dan kegalauan Anda saat ini. Meskipun setiap hari bertemu dengan anggota keluarga, mungkin yang Anda butuhkan adalah waktu berkualitas bersama, tanpa gangguan sama sekali, untuk bisa mengusir kesepian. Jika orang-orang terdekat Anda tidak mendukung, cobalah untuk “melebarkan sayap”. Misalnya dengan bergabung di sebuah komunitas baru, ikut kursus keterampilan supaya bisa bertemu dengan orang-orang baru, atau curhat dengan terapis.

4. Merawat binatang peliharaan bisa jadi solusi

http://pet-express.com

Beberapa penelitian menyatakan bahwa hewan peliharaan bisa menjadi teman yang menyenangkan untuk para penyendiri. Sebuah studi yang dilakukan menemukan fakta bahwa memelihara seekor anjing dapat membantu seseorang mengurangi risiko kematian dini, terutama pada orang-orang yang hidup sendirian. Orang-orang yang hidup sendirian ini merupakan kelompok orang yang paling berisiko mengalami kesepian yang dapat berujung pada masalah kesehatan tertentu.

5. Kurangi berlama-lama di media sosial

https://www.thetimes.co.uk

Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Preventive Medicine menemukan bahwa pengguna media sosial sebenarnya membuat Anda merasa lebih kesepian. Media sosial menciptakan kesan seolah Anda menjalin relasi, tetapi sebenarnya justru sebaliknya. Dalam buku Alone Together, psikolog sosial Sherry Turkle berpendapat adanya hiperkoneksivitas melalui media sosial yang membuat seseorang menjadi lebih terasing satu sama lain dalam kehidupan nyata. Helena Backlund Wasling dari State University of New York Upstate Medical University di Sycaruse menyatakan bahwa kontak langsung dan tatap muka jauh lebih baik dilakukan daripada kontak di media sosial karena pada dasarnya manusia butuh sentuhan fisik agar merasa terhibur dan terhubung.

Baca Juga: Tahukah Anda, Kita Dilarang Minum Air dalam 7 Situasi Ini


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali