17 Mar 2018 17:00

Bukan Menghakimi, Ini 5 Langkah Tepat Saat Teman Curhat Pada Anda

keluarga kokoh

https://askmen.com/

SHARE:

Oleh: Tya Achni

Manusia, pada dasarnya adalah makhluk sosial. Sampai kapan pun, manusia akan selalu berinteraksi dengan sesama. Karena itu, kemampuan untuk mendengarkan keluh kesah orang lain menjadi penting dalam pergaulan. Sayangnya, seringkali kita terbiasa untuk mengabaikan kesusahan yang sedang dihadapi oleh orang lain, padahal mereka adalah teman kita sendiri! Tentu Anda tak mau kan, kalau pertemanan rusak hanya gara-gara tidak menjadi pendengar yang baik? Yuk, mulai jadi pendengar dan teman yang baik dengan melakukan 5 hal ini:

1. Tanyakan ada apa

https://www.rd.com

Perhatikan kalau orang lain menunjukkan perubahan ekspresi atau sikap. Dari yang suka ketawa jadi pendiam atau murung. Juga saat Anda tahu seseorang baru mengalami sesuatu yang negatif, tapi dia terlihat senang-senang aja. Itu juga perlu diperhatikan lho!
Dra. Meirina, S.Psi, M.Psi Psikiater Rumah Sakit Siloam Surabaya menjelaskan, Anda bisa mengawali dengan menanyakan ada apa, apa dia baik-baik aja, dan pertanyaan serupa. Mungkin tidak semua orang mau langsung cerita setelah ditanya. Anda cukup bilang oke kalau belum mau cerita, cerita aja kalau Anda sudah siap ya. Pastikan Anda luangkan waktu untuk mendengarkan dan mendukungnya.

Anda juga bisa cukup duduk di sampingnya, menepuk-nepuk punggung atau bahunya, atau memegang tangannya. Pertanyaan ada apa adalah bentuk perhatian, sementara sentuhan akan menguatkan temanmu. Membuat orang yang sedih merasa oh iya ya,  ternyata masih ada yang memberi perhatian dan dukungan buatku.

2. Saat dia mau bercerita, dengarkan

https://proudtobeprimary.com

Kalau akhirnya dia mau menceritakan masalah dan bagaimana perasaannya, dengarkan. Meirina mengatakan, kita harus mendengarkan dengan seksama dan penuh perhatian. Jangan mengatakan apapun dulu atau menyanggah, misal dengan kata-kata “ah, ternyata cuma karena itu, atau gitu aja Anda sedih!”. Hal itu ditakutkan akan mengurangi keinginan dia untuk bercerita ke Anda. Dengan mendengarkan baik-baik, kita bisa coba memahami alur berpikir teman kita. Sambil mendengarkan, cobalah Anda membayangkan ada di posisinya. Hindari menganggap remeh apapun masalah seseorang, karena tiap orang punya karakter dan ketahanan mental yang berbeda.

Baca Juga: Tak Hanya Salmon, Ini 5 Makanan yang Bikin Calon Bayi Cerdas

3. Sampaikan bahwa Anda paham perasaannya

https://forskning.no

Kalau dia sudah selesai cerita, sampaikan kalau Anda mengerti dan memahami kenapa dia sedih. “Oke, aku paham perasaanmu”. Atau kalau Anda memang masih bingung, tanyakan dulu apa Anda boleh bertanya soal beberapa hal yang Anda masih belum paham. Kata Meirina, menyampaikan kalau kita paham bagaimana perasaan dia, juga termasuk bentuk dukungan. Dengan mengetahui ada yang mendengarkan dan memahaminya, dia yang sedang sedih tidak akan merasa sendirian.

4. Ajak dia mencari hikmahnya

https://www.huffingtonpost.com/

Tahap ini adalah tahap yang sudah lebih jauh. Meirina menjelaskan, sebenarnya dengan mendengarkan curhatan dan mengatakan kalau kita memahami perasaannya itu sudah cukup. Tapi kalau Anda memang orang terdekatnya, Anda bisa melangkah lebih jauh ke tahap ini. Tapi harus hati-hati ya! Pastikan dia sudah lebih tenang dan emosinya mereda. Karena mengajak diskusi orang yang masih emosi malah akan membuat suasana tambah runyam. Kata Meirina, saat seseorang merasakan emosi negatif, maka sisi logis atau rasionalnya akan berkurang. Semakin dia merasa negatif, daya tahan tubuhnya akan melemah, dan dampaknya membuat orang itu gampang sakit.

Saat dia sudah lebih tenang, maka akan lebih mudah mengajaknya berpikir rasional. Diskusikan apa hal positif dan negatif dari masalah yang sedang dialami. Setiap kejadian pasti ada hikmah yang bisa diambil.  Kesedihannya mungkin tidak bisa hilang secara instan dan perlu proses. Tapi dengan mengambil hal positifnya, akan membuat dia masih punya harapan untuk melanjutkan hidup.

5. Move On!

https://meramuda.com

Saat semua sudah clear dan lebih tenang, Anda bisa membahas bersamanya, apa langkah selanjutnya yang akan dia lakukan. Misalnya dia gagal mendapat beasiswa, sedihnya sudah mulai reda, dan sudah mengambil hikmahnya juga. Lalu apa next step-nya? Ada banyak kemungkinan dan pilihan. Meirina mengatakan, mampu menentukan langkah sesudah mengalami masalah dan melanjutkan hidup, akan menjadi perkembangan besar seorang individu. Selain niat, doa dan usaha dari dirinya sendiri, dukungan moral dari orang-orang terdekat tentu sangat dibutuhkan.

Catatan terakhir, konsultasikan dengan profesional kalau kondisi temanmu bertambah buruk. Misalnya mengalami trauma, terus mengurung diri, emosi cepat berubah, tidak mau makan, mulai mengalami sakit fisik seperti sakit kepala terus menerus, mual dan muntah. Pastikan dia selalu mendapat dukungan Anda, ya!

Baca Juga: 5 Ciri-ciri Rumah Sehat dan Menyenangkan untuk Dihuni


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali