01 Jan 2018 10:00

Rumah Anda Tak Sehat? Yuk Benahi dengan 5 Cara Praktis Ini

keluarga kokoh

http://www.ecofriendlyhouses.net

SHARE:

Oleh: Tya Achni

Membangun rumah tinggal yang serasi dengan lingkungan mendukung konsep pembangunan berkelanjutan yang berciri: hemat energi, peduli lingkungan dengan meminimalkan dampak buruk, dan mengelola alam untuk generasi mendatang. Bagaimana cara merealisasikannya? Berikut kami rangkumkan untuk Anda

1. Gunakan bahan bangunan ramah lingkungan

http://www.ownwoodenhouse.com

Banyak bahan bangunan mengandung zat yang berbahaya bagi manusia maupun lingkungan. Bahan yang aman adalah yang diambil dari alam, seperti kayu, bambu, rotan, batu bata, dan genteng tanah liat. Namun demi kelestarian, eksploitasi bahan alami harus diminimalisir. Pilihlah material yang ramah lingkungan. Syaratnya adalah yang mudah terurai secara alami, cepat diperbarui, dan tidak mengandung zat berbahaya. 

Untuk bahan baku semen, pilih Semen Gresik yang berkomitmen ramah lingkungan. 

2. Maksimalkan penghawaan dan pencahayaan alami

https://www.ignant.com

Minimalkan penggunaan AC dengan desain rumah yang menerapkan sistem ventilasi silang agar sirkulasi udara lancar dan ruangan lebih sejuk. Kesejukan juga dapat ditingkatkan dengan memilih material dinding yang lama menyerap panas, menanam pohon atau membuat taman dan kolam di sekitar rumah. Desain rumah sebaiknya juga memaksimalkan masuknya cahaya alami agar pemakaian lampu dapat dikurangi.Selain hemat energi, sinar matahari juga berpotensi membunuh kuman sehingga rumah menjadi lingkungan yang menyehatkan bagi penghuninya.     
 
Baca Juga: 4 Material Rumah Kekinian yang Bakal Hits Tahun 2018

3. Manfaatkan energi surya

http://pelajaricaranya.blogspot.co.id

Indonesia terletak di wilayah khatulistiwa yang disinari matahari sepanjang tahun. Manfaatkan energi surya untuk mengurangi konsumsi listrik dari pembangkit berbahan bakar minyak! Caranya dengan memasang panel surya untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Panel surya siap pakai dapat diinstal pada atap atau ditegakkan di halaman.    

4. Hemat penggunaan air  

http://telegraph.co.uk

Tanamkan sikap yang benar terkait konsumsi air. Misalnya: gunakan air seperlunya, matikan keran jika tak dipakai, gunakan bekas pencuci buah/sayur untuk menyiram tanaman. Aplikasikan produk saniter dan peralatan hemat air. Misalnya shower hemat air, toilet dengan dua pembilas otomatis (toilet dual flush), dan keran air bersensor (water sense faucet), mesin cuci hemat air.
      
5. Kelola sampah dan antisipasi pencemaran 

 

http://www.waste360.com

Pengelolaan sampah rumah tangga dimulai dengan kebiasaan memilah sampah. Sediakan minimal dua tempat sampah, untuk sampah nonorganik dan sampah organik. Sampah nonorganik (kertas, botol plastik, kaleng) bisa dijual lagi. Manfaatkan biopori atau buat lubang untuk menampung sampah organik (daun kering, kulit buah/sayur) agar berproses menjadi kompos. Jangan buang limbah cair berbahaya ke saluran air/sungai. 

Baca Juga: 5 Tanda Rumah Membahayakan Kesehatan yang Sering Tak Disadari

Sosial Media