07 Nov 2017 17:00

Penuh Makna Mendalam, Ini Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Jawa yang Sakral

keluarga kokoh
SHARE:

Oleh: Tya Achni

Adat jawa memiliki keagungan budi luhur dan pekerti. Setiap prosesinya memiliki makna yang mendalam dan juga sakral. Salah satu pernikahan adat Jawa yang akan digelar adalah pernikahan putri Joko Widodo dan Iriana, Kahiyang dengan Bobby Nasution. Keduanya memutuskan untuk menggelar pernikahan dengan adat Jawa, meskipun Bobby sendiri adalah keturunan Medan. Lantas, apa saja prosesi adat jawa yang akan digelar oleh keduanya?

1. Pemasangan Tarub, Bleketepe, dan Tuwuhan

http://tribunnews.com

Pemasangan Tarub, Bleketepe, dan Tuwuhan di depan rumah menandakan bila si tuan rumah sedang punya hajat. Upacara adat ini menjadi awal prosesi pernikahan dengan adat Jawa. Tarub yang dipasang di pintu masuk berfungsi sebagai peneduh. Disusul dengan pemasangan bleketepe berupan anyaman daun kelapa, dan tuwuhan. Tuwuhan biasanya berisi hasil bumi seperti pisang raja, kelapa muda, batang padi, dan janur.

2. Siraman

https://alexandra.bridestory.com

Upacara Siraman bermakna agar si calon mempelai agar diberikan hati yang bersih dan suci lahir batin sebelum menjalankan upacara pernikahan yang sakral. Ada tujuh orang yang akan memandikan calon pengantin. Bukan tanpa arti, Tujuh dalam bahasa Jawa disebut juga pitu, yang berarti pitulungan (pertolongan) pada pengantin. Untuk air siramannya sendiri, biasanya diambilkan dari mata air yang dianggap suci.

Baca Juga:

3. Dodol Dawet

https://images.weddingku.com

Jangan bayangkan dodol dawet mirip dengan penjual dawet yang biasa ditemui. Dodol dawet dalam adat Jawa dilakukan oleh kedua orang tua pengantin perempuan. Penjualnya adalah ibu calon mempelai wanita yang dipayungi oleh ayah calon mempelai wanita. Pembelinya? Tentu saja para tamu yang hadir, dengan menggunakan alat pembayaran kereweng atau pecahan genting. Prosesi ini menandakan bahwa kehidupan manusia sejatinya dimulai dan ‘dinafkahi’ dari bumi.

4. Midodareni

www.thebridedept.com

Setelah rangkaian pra-pernikahan digelar, malam harinya dilakukan prosesi midodareni. Midodareni, berasal dari kata Midadari atau Bidadari dalam bahasa Indonesia yang berarti mempelai wanita akan secantik bidadari. Pada malam midodareni ini, keluarga calon mempelai pria akan berkunjung ke rumah calon mempelai wanita. Tapi keduanya tak boleh bertemu sama sekali. Mempelai wanita akan berada di kamar dengan riasan tipis, didampingi oleh ibu dan kerabat wanita.

5. Panggih

ukiepuspita.blogspot.co.id

Upacara panggih dilakukan setelah ijab kabul. Dalam panggih, ada banyak prosesi yang dilakukan. Diantaranya bertukar kembang mayang, dilanjutkan dengan ngidak endhog atau menginjak telur ayam oleh mempelai pria. Setelah menginjak telur, pengantin wanita akan membersihkan kaki suaminya. prosesi ini memiliki arti kesetiaan istri kepada suaminya.

Baca Juga:

 

Sosial Media