02 Okt 2017 10:00

Selamat Hari Batik Nasional ! Yuk Kenali 5 Motif Batik Dari Berbagai Daerah

keluarga kokoh

https://www.redduckpost.com

SHARE:

Oleh: Tya Achni

Tanggal 2 Oktober dikenal pula sebagai hari Batik Nasional. Pada tanggal itu bertepatan dengan ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Batik sudah menjadi ikon budaya yang tak lekang oleh masa di negeri ini. Tiap daerah memiliki motif dan corak batik yang menjadi kekhasan daerahnya sendiri, berikut 5 diantaranya :

1. Batik Kawung

https://www.fatinia.com

Awalnya, motif batik yang sudah dikenal sejak abad 13 ini diciptakan oleh Sultan Mataram dan hanya dipakai di lingkungan kerajaan oleh para pejabat. Namun, setelah kerajaan Mataram dibagi menjadi dua, yakni Surakarta dan Yogyakarta, batik kawung dipakai oleh dua golongan yang berbeda. Di Surakarta, batik kawung hanya boleh dipakai oleh punakawan dan abdi dalem jajar priyantaka. Sementara di Yogyakarta, sentana dalem adalah golongan yang wajib memakai motif batik ini. Pada motif batik kawung, polanya berbentuk irisan buah kawung atau kolang-kaling. Buah yang didapat dari pohon aren ini bermakna bahwa dalam masyarakat Jawa sebaiknya kebaikan hati tidak perlu diketahui orang lain. Selain itu, bunga teratai juga menjadi intrepretasi lain dalam menggambarkan motif batik ini. Empat lembar kelopak bunga teratai ini mengisyaratkan kesucian dan umur yang panjang.

2. Batik Parang

http://kesolo.com

Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura. Batik parang ini memiliki makna petuah untuk tidak pernah menyerah, ibarat ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak. Batik Parang juga menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus, baik dalam arti upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan, maupun bentuk pertalian keluarga.

Baca Juga: 7 Penemuan Payung yang Unik dan Kreatif !

3. Batik Mega Mendung

http://disbudparpora.cirebonkab.go.id

Batik Mega Mendung menjadi ikon batik dari Kota Cirebon. Mega Mendung terdiri dari kata Mega yang berarti langit atau awan, serta Mendung atau langit yang meredup biasanya ada di saat akan turun hujan. Gradasi yang ada di motif Mega Mendung tersebut sesuai dengan tujuh lapisan yang ada di langit. Istilah mendung diartikan dalam kehidupan manusia sebagai sifat yang sabar, tidak mudah marah. Motif Mega Mendung dibuat oleh Pangeran Losari yang merupakan cicit dari Sunan Gunung Jati. Saat itu, Pangeran Losari juga terinspirasi dari motif China. Hanya bedanya, pada Mega Mendung Cina, garis awan berupa bulatan atau lingkaran, sedangkan yang dari Cirebon, garis awan cenderung lonjong, lancip dan segitiga.

4. Batik Gentongan, Madura

tresnaart.com

Batik Gentongan memiliki proses pembuatan yang berbeda dengan batik pada umumnya. Disebut batik gentongan karena proses pembuatannya yang menggunakan gentong sebagai alat untuk merendam kain. Teknik gentong hanya dilakukan untuk satu jenis warna saja, yaitu indigo. Teknik Gentong untuk pewarna batik hanya terdapat di dua tempat yang terletak di kecamatan Tanjung Bumi, kabupaten Bangkalan. Tidak diketahui secara pasti kapan dimulainya teknik ini di Madura. Biasanya gentong diwariskan secara turun-temurun. Hasil celupan indigo yang dilakukan pada gentong hasilnya utuh, awet, dan memiliki kepekatan merata.

5. Batik Sogan

hedabatik.com

Batik Sogan adalah jenis batik yang identik dengan daerah keraton Jawa, yaitu Yogyakarta dan Solo. Motif Batik Sogan mengikuti pakem motif-motif klasik keraton. Berdasarakan asalnya, Batik Sogan dibedakan menjadi Batik Sogan Yogyakarta dan Solo. Biasanya yang membedakan adalah Batik Sogan Yogya dominan berwarna coklat tua-kehitaman dan putih, sedangkan batik sogan Solo berwarna coklat-oranye dan coklat. Dinamakan batik sogan karena pada awal mulanya, proses pewarnaan kain batik ini menggunakan pewarna alami yang diambil dari batang kayu pohon soga (Peltophorum pterocarpum).

Baca Juga: Kekinian! Pakai Batik Bikin Tampil Cantik dan Elegan

 

Sosial Media