20 Sep 2017 17:00

4 Langkah Mencegah Bayi Katarak Sejak Dalam Kandungan

keluarga kokoh

http://kidseyehospital.com

SHARE:

Oleh Tya Achni

Katarak menjadi momok dalam dunia kesehatan, karena dapat menyebabkan kebutaan bagi penderitanya. Dilansir dari depkes.go.id, katarak merupakan proses degeneratif yang sangat dipengaruhi oleh faktor usia, oleh karena itu kasus ini akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah lanjut usia. Tapi bukan berarti kasus katarak ini tidak akan menghantui buah hati.

Faktanya, katarak juga dapat diderita oleh bayi dan anak, walaupun sangat jarang dijumpai. Katarak yang muncul saat bayi disebut dengan katarak kongenital. Pada kelompok ini disebabkan oleh proses dalam kandungan seperti infeksi dan malnutrisi selama usia anak-anak. Seperti yang dijumpai pada kasus Ibran, buah hati Asri Welas yang divonis menderita katarak di usianya yang sangat belia.

Anda tentu tak mau melewatkan masa emas tumbuh kembang anak, dimana anak bisa melihat, menyentuh, dan mengeksplor semua yang menarik perhatiannya. Sebagai langkah antisipasi sebelum lahir, Anda bisa melakukan langkah pencegahan berikut ini yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Berkonsultasi dengan dokter

agoramedia.com

Pada bayi, ia tentu belum bisa mengkomunikasikan apa yang ia keluhkan. Orang tua harus proaktif dan selalu mau tahu tentang tumbuh kembang buah hati. Sebelum merencanakan kehamilan pun, selalu konsultasikan dengan dokter terkait langkah pencegahan apa yang bisa diambil agar janin dan ibu sehat selalu.

Baca Juga: Ini 4 Rahasia Agar Ruang Bermain Anak Tak Berantakan

2. Pemeriksaan TORCH

http://www.healthline.com

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah tubuh Anda memiliki kekebalan terhadap infeksi virus yang dapat menyebabkan katarak. Diantaranya rubella, toksoplasma, cytomegalovirus (CMV), atau herpes simpleks. Sebelum merencanakan kehamilan, Anda harus melakukan pemeriksaan TORCH. Apabila tubuh Anda terdeteksi infeksi virus, dokter akan menyarankan untuk menunda kehamilan dan memberikan pengobatan.
 
3. Vaksinasi MMR atau MR

http://timesofoman.com

Pemerintah kini memiliki program vaksin Campak dan Rubella yang bisa dimanfaatkan cuma-cuma. Berkonsultasilah dengan dokter kehamilan. Apabila tubuh Anda belum memiliki kekebalan terhadap penyakit rubella, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan vaksinasi MMR (Mumps Measles Rubella) atau vaksin MR (Measles Rubella), minimal tiga bulan sebelum mulai merencanakan kehamilan.
 
4. Waspada toksoplasma pada daging mentah

klikdokter.com

Bayi yang terjangkit virus toksoplasma berisiko mengalami katarak. Virus ini banyak terdapat pada olahan daging mentah atau kurang matang. Misalnya sate, shabu-shabu, dan lainnya. Anda disarankan untuk menghindari kudapan daging setengah matang minimal sampai kehamilan berusia trimester satu. Toksoplasmosis bisa menjangkiti ibu hamil melalui kontak dengan urine dan feses kucing.

Baca Juga: Awas! 5 Sikap Ini Justru Membuat Anak Makin Bandel

 

Sosial Media