12 Sep 2017 19:00

Stop Membentak Anak Jika Tidak Ingin Perkembangan Otaknya Melambat!

keluarga kokoh

cgiclinic.com

SHARE:

Oleh: Evelyn Davsy 

Pernahkah Anda melihat anak kecil yang dibentak? Atau jangan-jangan, Anda yang pernah membentak anak kecil? Jika iya, Anda harus menghentikan kebiasaan tersebut lho jika tidak ingin adik, anak, atau pun keponakan kesayangan Anda. Dilansir dari amirzuhdi.com, menurut Dokter Ahmi Zuhdi dari Neuroscience, membentak anak kecil akan membuat perkembangan otaknya terganggu, lho. 

Membentak anak akan meningkatkan produksi hormon kortisol. 

pixabay.com

Menurut Dokter Ahmi Zuhdi dari Neuroscience, pada masa perkembangan, otak anak akan memproduksi banyak neuron (sel otak) yang berperan dalam perkembangan kecerdasan intelektual anak. Namun rupanya, perkembangan neuron bisa terhambat jika produksi kortisol dalam tubuh meningkat. Rupanya, rasa takut anak menjadi penyebab meningkatnya produksi hormon kortisol. 

Anak pun menjadi lambat berpikir karena produksi hormon kortisol. 

cgiclinic.com

Dokter Ahmi Zuhdi dari Neuroscience pun memaparkan bahwa membentak anak dapat menghidupkan hormon kortisol yang menghambat perkembangan neuron. Padahal, perkembangan neuron ini sangat dibutuhkan oleh anak. Efeknya, anak pun jadi lebih lambat dalam berpikir. Tidak hanya itu saja, rupanya, terhambatnya perkembangan neuron juga menyebabkan anak cenderung mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan serta menyerap informasi. 

Baca Juga: Alasan Mengapa Sebenarnya Anda Tidak Perlu Memikirkan Perkataan Orang Lain

Membentak dapat menurunkan rasa percaya diri anak. 

pixabay.com

Anak yang sering dibentak pun rupanya dapat mengalami penyempitan saluran otak kanan dan kiri sehingga dapat menyebabkan rasa cemas, depresi, dan gangguan kepribadian nantinya pada anak. Selain itu, membentak pun dapat menurunkan rasa percaya diri pada anak. Padahal, rasa percaya diri adalah hal yang sangat penting bagi seseorang, lho. 

Orangtua lebih baik menegur anak yang melakukan kesalahan. 

mommymundo.sg

Karena dampak buruk ini, orangtua pun harus lebih bijak dalam memilih cara menegur anak ketika melakukan kesalahan. Daripada membentak, orangtua dapat menegur anak secara baik-baik dan memberikan pengertian, sehingga anak pun tidak takut dan justru lebih paham dengan kesalahan yang telah ia lakukan. 

Untuk para orangtua, menegur anak tidak harus dengan membentak, kok. Ingat, jangan sampai perkembangan otak anak menjadi terganggu karena Anda sering membentak, ya. 

Baca Juga: Menurut Penelitian, Orang yang Suka Snooze Alarm itu Kreatif!

Sosial Media