26 Agu 2017 17:00

Akhir Pekan di Surabaya? Jangan Lewatkan 9 Spot Wisata 24 Jam ini!

keluarga kokoh

http://www.surabayawalk.com

SHARE:

Oleh: Tya Achni

Selain jejak histori, Kota Surabaya juga memiliki daya tarik lain yang sudah mahsyur yaitu wisata kulinernya. Letak Surabaya yang strategis juga menjadi titik temu beragam kebudayaan yang berkontribusi besar bagi keragaman cita rasa kulinernya.

Akhir pekan menjadi waktu yang pas bagi Anda untuk menikmati kota Surabaya, terutama di hari Minggu. Lalu spot mana saja yang bisa Anda jelajahi? Ini informasinya

1. Olahraga pagi di Taman Bungkul

http://bicarasurabaya.com

Taman yang satu ini wajib dikunjungi saat menikmati akhir pekan di Surabaya, khususnya di hari Minggu. Anda akan bebas berolahraga di sepanjang jalan Raya Darmo karena di hari itu bebas kendaraan bermotor alias CFD. Taman ini dilengkapi dengan jogging track, skateboard dan BMX track. Bukan hanya itu, jajaran pujasera yang ada di bagian belakang Taman Bungkul makin menambah daya tarik tempat ini.

2. Sarapan Rawon Kalkulator yang legendaris

http://www.jawapos.com

Usai berolahraga, Anda bisa mengisi kembali tenaga di Rawon Kalkulator. Letaknya masih satu kompleks dengan Taman Bungkul, Anda hanya perlu berjalan sebentar. Soal kualitas rasa tak usah diragukan, karena Rawon Kalkulator ini memang salah satu kuliner legendaris di Surabaya. Hal unik lainnya adalah kecepatan pegawainya untuk menghitung pesanan Anda tanpa harus menggunakan kalkulator. Ini jadi alasan mengapa tempat makan ini diberi nama Rawon Kalkulator.

3. Buka wawasan di Museum Surabaya

surabayarek.com

Museum Surabaya resmi dibuka untuk umum sejak Mei 2015 lalu. Barang bersejarah yang ada disini sebagian merupakan sumbangan dari berbagai pihak dan SKPD di pemerintahan kota Surabaya. Koleksinya yang unik adalah buku administrasi catatan kelahiran dan perkawinan warga Surabaya dari tahun 1800-an. Buku-buku ini masih menggunakan bahasa Belanda dan ditulis tangan. Selain itu di pintu masuk museum, Anda akan menemui deretan foto Wali Kota Surabaya pertama Mr. A Meyroos hingga Tri Risma Harini yang saat ini menjabat.

Baca Juga: 5 Keuntungan Ini Hanya Dirasakan Anda yang Punya Pasangan Wanita Dominan!

4. Merasakan hangatnya Kampung Lawas Maspati

kompas.com

Konon kabarnya, kawasan Kampung Lawas Maspati ini menurut sejarah kota yang dimulai dari masa Kerajaan Mataram hingga Kolonial Belanda menjadi permukiman para Tumenggung dan Adipati hingga jenderal dan pejabat Belanda. Tak heran, bangunan di kawasan yang dekat dengan Tugu Pahlawan ini begitu ‘lawas’. Bukan hanya bangunannya, warga di kampung ini juga sukses merubah kawasan ini menjadi ijo royo-royo dan memiliki produk UKM yang sedang naik daun.

5. Rekam jejak pahlawan di Tugu Pahlawan

ulinulin.com

Setelah puas berjelajah di Kampung Lawas Maspati, Anda bisa berjalan sebentar ke arah Tugu Pahlawan. Monumen setinggi 40,5 meter ini dibangun sebagai simbol arek-arek Suroboyo menghadang tentara sekutu ketika hendak menduduki kembali Kota Surabaya. Pada Tugu Pahlawan ini, terdapat Museum Sepuluh November dan patung Ir. Soekarno dan Muh. Hatta.

6. Jelajah sejarah dan rasa di House of Sampoerna

telusurindonesia.com

Terletak di kawasan Surabaya lama, kompleks bangunan megah bergaya kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1862 dan menjadi situs bersejarah yang dilestarikan. Destinasi wisata yang buka tiap pukul 09.00-19.00 ini terbagi atas empat bagian, yaitu museum, galeri seni, tempat belanja oleh-oleh, dan kafe. Anda bisa berjelajah sejarah sekaligus rasa di House of Sampoerna ini.

7. Memborong oleh-oleh di Pasar Genteng

ningsavin.com

Tak afdol rasanya bila berkunjung ke suatu daerah namun kembali dengan tangan hampa. Masih di pusat kota, tak jauh dari Jalan Tunjungan, kita menuju Pasar Genteng. Pasar Genteng ini adalah satu dari sekian pasar yang namanya cukup kondang. Pusat oleh-oleh, khususnya makanan di Surabaya yang layak dikunjungi.

8. Nyemil sore di Zangrandi

gregetin.com

Setelah puas jalan-jalan keliling Surabaya, tak ada salahnya untuk sekedar melepas lelah dengan nyemil sore di graha es krim Zangrandi. Tempat makan es krim yang legendaris ini sudah ada sejak jaman kolonial Belanda. Desain arsitektur tempat nyemil yang telah ada sejak 1930 ini tetap mempertahankan gaya klasik khas negeri kincir angin.

9. Menikmati senja di Taman Mangrove

http://www.dinata.my.id

Selain pagi, waktu yang tepat untuk berkunjung ke Hutan Mangrove Wonorejo adalah saat sore. Anda tidak hanya disuguhkan pemandangan mangrove dengan rona jingga di waktu senja, namun juga kera ekor panjang yang bergelantungan jika beruntung. Cara lain untuk menikmati keindahan Taman Mangrove ini adalah dengan mengelilingi kawasan mangrove ini dengan perahu.

Baca Juga: Unik! Fotografer Ini Berhasil Mengabadikan Kamar Tidur Remaja dari Berbagai Negara di Seluruh Dunia

Sosial Media