23 Agu 2017 17:00

Ternyata, Mendidik Anak dengan 5 Cara ini Akibatnya Fatal!

keluarga kokoh

Siraplimau.com

SHARE:

Oleh: Tya Achni

Mendidik anak bukanlah hal yang mudah dilakukan. Butuh ketekunan dan kasih sayang, juga kesabaran ekstra. Namun tahukah Anda, disaat mendidik anak ada beberapa cara yang sebenarnya kita anggap sebagai motivasi, namun justru hal ini adalah kesalahan. Berikut 5 kesalahan umum yang sering dilakukan oleh orang tua:  

1. Menyalahkan anak saat ia tak sengaja melakukan kesalahan

http://intisari.grid.id

Pernahkah saat si kecil terjatuh, Anda bukan membantunya justru malah menyalahkannya dengan kata semisal, ‘Kan udah mama bilang, jangan lari-lari nanti jatuh. Sekarang udah tahu kan sakitnya? Makanya kalau ada orang tua ngomong itu didengerin?’.

Bagi anak seusianya, banyak hal yang menarik perhatiannya. Wajar bila ia berlarian kesana-kemari. Saat anak terjatuh dan menangis, ajari ia untuk bangun. Menangis adalah hal yang wajar, karena itu adalah bentuk luapan rasa sakitnya. Tak perlu marah-marah, katakan pada anak untuk lebih berhati-hati dan bermain lagi.

Baca Juga: 6 Jurus Ampuh Agar Bayi Tak Bangun dan Rewel di Malam Hari

2. Meremehkan kekuatan si kecil

theasianparent.com

Memang usia dan tubuhnya masih kecil, namun keinginannya yang besar untuk membantu orang tua patut diapresiasi. Tak jarang saat anak ingin membantu menyirami halaman misalnya, orang tua akan langsung melarang dan berkata ‘Kamu ini nanti bukannya malah mbantuin malah ngotorin rumah kalo nyirami taneman’.

Bila memang Anda belum mempercayainya untuk melakukan hal yang dilakukan orang dewasa, alihkan tenaganya untuk melakukan hal yang ia mampu lakukan. Penting diingat, jangan sampai terluap kata yang menyakiti hati anak, karena itu akan terus terngiang dalam benaknya.

3. Membandingkannya dengan teman sebayanya

ibudanbalita.com

‘Dek, kamu ini jangan nakal-nakal dong. Itu si Rafi aja mau nurut sama mamanya, dibilangin sekali langsung nurut. Kamu kayak dia dong, sekali aja dibilangin langsung nurut’. Sebenarnya orang tua ingin memberi motivasi dengan memberi contoh tentang orang lain, namun hal ini ditangkap lain oleh anak. Ia merasa dirinya tidak disayang dan selalu dibanding-bandingkan.

Ingatlah, bahwa tiap anak adalah unik. Membandingkan pun tak menyelesaikan masalah. Motivasi ia dengan kata-kata yang positif, yang membangun. ‘Anak mama ini sudah ganteng, pinter lagi. Kalo disuruh mandi langsung mandi. Pinter lho anak mama ini. Yuk mandi nak’. Mana yang lebih enak didengar? Pasti semua sepakat kalimat kedua yang lebih baik.

4. Menakut-nakuti dan mengancam

Anakku.net

‘Kalo kamu gak diem mama panggilin pak polisi lho’
‘Hii, nanti pak dokternya nyuntik kamu lho kalo kamu masih nangis aja’

Kedua kalimat di atas adalah kalimat jamak yang paling ampuh dan sering digunakan untuk menakut-nakuti anak. Akibatnya? Sampai ia besar ia akan menganggap dokter dan polisi adalah sosok yang menakutkan. Menakut-nakuti hanya akan memberi efek sementara. Bicaralah dari hati ke hati dengannya, utarakan apa yang Anda inginkan darinya.
‘Adek, kalo adek nangis terus mama sedih lho. Nanti om sama tante yang disitu juga sedih. Tuh kan om sama tantenya pada liatin adek. Gak mau kan liat orang disekitar adek sedih? Udah ya adek berhenti nangisnya’

5. Membohongi anak dan memberi harapan palsu

pikiran-rakyat.com

‘Udah ya kamu diem ya, kalo kamu diem, nurut besok papa ajakin ke kebun binatang’. Jurus ini jadi jurus ampuh dikala si kecil rewel. Keesokan harinya, saat ditagih janji, jurus ampuh lainnya yang digunakan adalah ‘besok aja ya, papa lagi sibuk ini banyak kerjaan’. Sudah berapa kebohongan yang Anda katakan kepada anak?

Anda tak mau kan ia dibesarkan dengan harapan palsu, dan menjadi anak pembohong? Jujur dan proporsional dalam berkomunikasi dengan anak. Anak akan cukup dewasa untuk mengerti semua kesibukan Anda asalkan kasih sayang yang diberikan juga tak pernah putus.

Baca Juga: Tanpa Disadari 5 Kata yang Sering Digunakan Ini Membuat Anda Tampak Tak Bisa Diandalkan

Sosial Media