13 Agu 2017 10:08

Bila Tak Diwaspadai Sejak Dini, Gangguan Pendengaran ini Dapat Berakibat Fatal

keluarga kokoh

unsplash.com

SHARE:

Oleh Dhafintya Noorca


Tuli sejak lahir diperkirakan terjadi pada 1 dari 1000 pada bayi baru lahir. Telinga yang terlihat normal dari luar belum tentu berfungsi dengan baik, dalam artian mampu menghantarkan suara menuju pusat pendengaran di otak untuk diproses. Bisa dimengerti bahwa gangguam pendengaran ini ibarat “keterbatasan yang tersembunyi” atau hidden handicap. Sehingga penanganan khusus dibutuhkan untuk mengenali sejak dini adanya gangguan pendengaran pada bayi baru lahir.

pixabay.com

Dr. Nyio Purnami, Dokter Spesialis THT KL RS Darmo Surabaya menuturkan, ketika berada pada fase janin, organ pendengaran terbentuk secara lengkap sejak dalam kandungan usia 20 minggu. “ Perkembangan ini kian sempurna fungsinya seiring dengan bertambahnya usia”, tuturnya sebagaimana dilansir dari Majalah Surabaya City Guide. Pada bayi baru lahir, kemampuan merespon suara dengan intensitas bunyi yang cukup keras, sekitar 90 Db. Tes sederhana bisa dilakukan dengan suara terompet atau klakson, bayi akan menunjukkan respon seperti mengernyit, membuka mata, hingga menangis. Bila bayi memberikan respon, dapat diartikan fungsi pendengarannya baik.

Baca Juga: Unik ! 7 Potret Jembatan Penyeberangan Khusus Hewan di Seluruh Dunia

Namun untuk mengetahui fungsi pendengaran bayi juga perlu berkonsultasi dengan dokter. Terutama bayi yang dalam perawatan intensif, karena resiko mengalami gangguan pendengaran sebesar 5-10 kali lipat. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan merekomendasikan adanya pengecekan pendengaran untuk bayi baru lahir. Setiap bayi baru lahir seharusnya mendapatkan tes pendengaran yang dicantumkan dalam kartu kesehatan bayi.

pexels.com

Bila sejak kecil Anda sudah mengetahui gejala-gejala buah hati mengalami gangguan pendengaran baik dalam skala ringan, sedang maupun berat segeralah periksakan ke dokter. Gangguan pendengaran berpotensi menimbulkan kelambatan perkembangan berbicara dan berbahasa. Apabila dibiarkan, lama kelamaan kemampuan berbicara atau bersuara ini akan menurun karena kurang difungsikan. Bukan hanya kemampuan untuk berbicara, kemampuan mendengar juga ikut turun karena tidak ada rangsangan.

Baca Juga: Jangan Remehkan Tukang Bangunan, 7 Fakta Tak Terduga ini Membuka Mata Anda

Sosial Media