09 Agu 2017 14:44

Siapkan Masa Depan Anak dengan Menghindari 5 Kalimat ini

keluarga kokoh

pexels.com

SHARE:

Oleh Dhafintya Noorca

Realita dan kebenaran harus tetap diberitahukan pada anak. Jangan pula berikan saran dan jalan keluar yang tidak nyata dalam hidup, yang hanya membangunkan angan-angannya. Tapi bukan dengan 5 kalimat di bawah ini yang dilansir oleh lifehack ya !

1. 'Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja'

pexels.com

Bagaimana orang tua bisa tahu bahwa semuanya akan baik-baik saja? Anda bukanlah peramal yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya. Biarkan anak tahu dan menghadapi realita yang bisa saja terjadi. Dengan tidak berkata ‘tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja’ dan memberitahu resiko yang kelak akan ia hadapi, anak akan menjadi pribadi yang pemberani dan penuh tanggung jawab.

2. 'Anak laki-laki tidak boleh menangis'

footballtop.com

Saat orang tua melarang anak laki-lakinya untuk menangis, orang tua melarang anak untuk mengekspresikan perasaannya. Padahal menangis adalah respon alami bila seseorang sedang sedih atau terluka. Tak ada yang salah dengan menunjukkan ekspresi menangis seperti halnya tertawa saat sedang senang bukan?

Baca Juga: Percaya Tidak? 7 Mimpi ini Pasti Pernah Dialami Semua Orang, Lho!

3. 'Kamu bisa jadi apapun yang kamu inginkan'

pexels.com

Persoalan ini bukan hanya terkait cita-cita dan impian anak di masa depan, tapi juga berkaitan dengan realita. Peran orang tua dalam hal ini adalah mengarahkan impian-impian anak sehingga ia bisa menentukan tujuan hidupnya yang bisa diraih. Anda tentu tidak mau kan memberi angan-angan kosong pada anak dengan mengiyakan semua apa yang ia mau?

4. 'Lakukan apa yang ayah/ibu perintahkan !'

http://islamidia.com

Ini adalah salah satu metode parenting yang kurang tepat yang dilakukan oleh orang tua. Sebenarnya anak cenderung meniru apa yang menjadi perilaku dan kebiasaan orang tua, dibanding apa yang dikatakan oleh orang tua. Semisal orang tua melarang anaknya untuk tidak berteriak pada saudaranya, sedangkan Anda sendiri juga melakukan hal yang sama pada saudara Anda. Berperilakulah seperti bagaimana Anda ingin anak melakukan hal yang Anda inginkan.

5. 'Agar sukses dalam hidup, yang kamu butuhkan adalah bekerja keras'

Pexels.com

Kini bukan lagi jamannya kerja keras, justru kerja cerdas yang jadi kebutuhan di masa ini. Kerja cerdas maksudnya disini adalah Anda membekali anak dengan berbagai keterampilan yang dapat menunjang masa depannya. Bukan hanya mengandalkan fisik dan keahlian dalam satu bidang saja. Pekerja cerdas adalah yang mampu melihat impian-impiannya dan selalu berusaha lebih keras untuk meraihnya.

Baca Juga: Tak Perlu Dumolid, Cukup Lakukan 5 Tips Sederhana Ini Untuk Usir Insomnia

Sosial Media