05 Mei 2017 17:00

Serba-Serbi Bouwplank, Si Papan Penanda Sementara Pembatas Bangunan

keluarga kokoh

https://jasasurveyorpengukuran.blogspot.com

SHARE:

    Pekerjaan pengukuran dan pematokan juga disebut Uitset (etset), yaitu pekerjaan menarik garis di lapangan menggunakan tarikan benang dari paku yang dipasang pada permukaan papan bouwplank. Tarikan ini dipakai sebagai as atau panduan untuk pekerjaan galian, pemasangan pindasi, sloof, kolom, pemasangan kusen dan tembok baik dari bata merah, batako, atau beton ringan.

    Konstruksi bouwplank (papan bangunan pembatas bangunan) harus stabil dan tidak boleh bergoyang dengan cara memasang patok yang cukup dalam dan memasang skur miring pada papan bouwplank dan patok. Sedapat mungkin patok bouwplank berada di luar as bangunan dengan jarak sekitar 1 M atau sesuai kebutuhan, namun apabila tanah kita berimpit dengan sebelah kanan/kiri dan belakan kapling sudah terpasang tembok maka kita bisa minta ijin untuk memasang bouwplank di tanah mereka, sepanjang tidak merusak tanaman atau benda yang ada.

    Dalam membuat bouwplank yang benar, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, diantaranya:

1. Papan bouwplank harus sama tinggi (rata) bagian atasnya, menggunakan slang timbangan sebagai alat kontrolnya.
2. Tarikan as-as kamarnya harus siku, kecuali pada kasus tertentu yang perbatasan tanahnya memang tidak siku.
3. Tinggi papan bouwplank bagian atas minimal sama dengan tinggi lantai rumah ( ±0,00) atau bisa juga lebih tinggi, misalnya + 0,10, + 0,20, + 0,30 tergantung kebutuhan.
4. Untuk pengontrolan siku hendaknya jangan menggunakan siku yang kecil karena kurang teliti, gunakanlah perbandingan 3:4:5 dengan bagian yang cukup besar seperti 90:1,20:1,50 atai 1,20:1,60:2,00 atau bahkan lebih sempurna lagi 3,00:4,00:5,00
5. Untuk memastikan kondisi tarikan garis 100% siku adalah dengan mengukur diagonalnya, apabila panjang diagonal sama maka dipastikan segiempat tersebut adalah siku

 

Sosial Media