28 Jan 2017 12:01

Serba-serbi Atap Rumah

keluarga kokoh
SHARE:

    Atap merupakan bagian bangunan yang fungsi utamanya adalah untuk penutup bagian atas agar penghuninya tidak kehujanan atau kepanasan, juga sekaligus sebagai simbol keindahan bangunan. Disadur dari Buku Rumah Kokoh yang disusun oleh Semen Gresik, pengaruh atap sangat dominan pada keindahan rumah secara keseluruhan, bahkan pada daerah tertentu bentuk atap dibuat sedemikian rupa guna menonjolkan ciri khasnya misal atap rumah Minangkabau, Tana Toraja, dan Joglo dari Jawa.

    Atap terdiri dari tiga bagian yaitu kuda-kuda, rangka atap dan penutup atap. Kuda-kuda berfungsi sebagai penopang rangka atap, sedangkan rangka atap terdiri dari gording, usuk, dan reng yang berfungsi untuk mendukung genting. Kemiringan atap tergantung dari jenis bahan penutup atap yang akan dipilih, untuk atap genteng antara 25°-45°, tetapi pada atap seng bisa dibuat landai hingga 15°.

    Untuk kuda-kuda yang menggunakan kayu perlu diberikan perlakuan khusus untuk menghindari rayap, antara lain dengan tir, meni, cairan anti rayap. Bahan yang lazim digunakan untuk kuda-kuda saat ini adalah kayu dan baja ringan. Salah satu bentuk atap yang sering digunakan di perumahan adalah bentuk atap pelana.

Bentuk atap

    Bentuk atap yang biasa dipakai ada bermacam-macam, menyesuaikan tingkat status sosial dan juga budaya masyarakat. Atap datar (flat roof), atap sandar (shed/single slope roof), atap pelana (gable roof), atap perisai atau limas (hip roof), atap tenda, atap piramida adalah beberapa bentuk atap. Pada umumnya rumah-rumah di Indonesia atapnya berbentuk pelana, agar air dapat mengalir pada dua arah. Selain itu pada bentuk atap perisai air dapat mengalir dari empat arah.

Sosial Media