12 Jan 2017 17:00

#MahakaryaAyahIbu: Toko Kue Untuk Ibu di Hari Ibu

keluarga kokoh

Internet

SHARE:

Oleh: Nisa Amertha Edriyani

Kompetisi DIPERPANJANG s/d 31 Januari 2017 dan tambahan 2 topik menarik yang bisa Anda pilih!

Menangkan total hadiah utama 1 paket wisata ke Singapura, perhiasan dari Frank & Co., jam tangan dari Alexandre Christie dan berbagai hadiah menarik lainnya serta storyline terbaik akan dijadikan ide cerita untuk video komersial Semen Gresik! Info lengkapnya lihat di sini.

_________________________________________________________________________

“Mbak, minta tolong antar bolunya dulu ke Bu Ahmad,” seru Ibu.

“Berapa Bu harganya?” sahutku, bersiap menenteng kue bolu di meja makan.

“Kemarin udah dibayar di muka jadi tinggal antar aja.” ---

Namaku Ana. Anak pertama dari empat bersaudara. Aku saat ini duduk di kelas 3 SMA, dan adik terkecilku masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Percakapan tadi adalah bagian dari keseharianku. Ya, ibuku adalah seorang pembuat kue dan roti. Ibuku sangat pandai membuat berbagai macam jenis kue, roti, dan juga masakan lainnya. Memiliki empat orang anak yang kesemuanya masih mengenyam jenjang pendidikan, menuntut ibuku untuk menyalurkan keahlian memasaknya untuk mencari nafkah. Cukuplah untuk menambah penghasilan keluarga kami yang awalnya hanya bersumber dari gaji ayah kami sebagai seorang buruh pabrik.

Usaha yang dijalankan ibuku memang usaha kecil-kecilan. Ibukku hanya membuat kue dan roti ketika ada pesanan dari orang. Ibuku sering meminta tolong aku dan adik-adikku untuk membantu membuat kue maupun sekadar mengantarkan kue yang sudah jadi kepada pelanggan, dan kami sangat senang melakukannya. ---

Aku sangat tertarik dengan dunia desain, khususnya desain interior. Hal tersebut bermula ketika aku duduk di bangku SMP, salah satu temanku menunjukkan sebuah majalah desain interior dan menceritakan banyak hal tentang isi majalah tersebut kepadaku. Sejak saat itulah aku mulai tertarik dan terus menekuninya hingga saat ini. Dengan hobi yang aku miliki itu, aku memiliki satu mimpi yang sangat ingin ku wujudkan suatu hari nanti, yakni membangun sebuah toko kue untuk ibu.

Suatu saat aku pernah bertanya, “Bu, kenapa ibu nggak buka toko kue aja, bu? Kan nanti pelanggan ibu bisa makin banyak.”

ertanyaanku dibalas dengan senyuman di bibir ibu. “Bukan hal mudah Mbak untuk memiliki toko sendiri. Pilihannya, kalau tidak beli toko, ya sewa toko. Dan untuk keduanya, ibu dan ayah belum memiliki cukup dana,” jelas Ibu.

Aku terhenyak. Aku menganggukkan kepalaku, tanda aku mengerti apa yang diutarakan ibu. Mendengar jawaban ibu tadi, seketika semakin membakar mimpiku untuk mempersembahkan sebuah toko kue untuk ibu, dan kali ini mimpi semakin kuat dan besar daripada sebelumnya. Ya, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuatkan toko kue untuk ibukku. ---

Hari ini, 22 Desember, hari terspesial bagi setiap ibu di seluruh dunia. Hari ini, juga, menjadi hari yang kutunggu-tunggu sejak lama. Aku saat ini bekerja di sebuah kantor jasa konsultan desain interior. Sejak aku menerima gaji pertamaku, aku sudah berencana untuk menyiapkan suatu mahakarya untuk ibuku. Ya, perwujudan mimpiku yang telah terpendam sejak lama. Setelah sekitar kurang lebih enam bulan mengumpulkan uang dari gaji ditambah bonus bulananku, aku mulai melaksanakan “Project Mahakarya” untuk ibu ini.

Selama dua bulan terakhir, aku mengurusi pembangunan toko kue untuk ibu. Bangunan yang kubeli memang tidak terlalu besar karena danaku yang terbatas, namun aku berusaha semaksimal mungkin untuk merombaknya menjadi lebih sempurna. Mulai dari perancangan desain bangunan dan interior, pemilihan bahan-bahan yang digunakan, hingga monitoring aku jalani dengan tekun.  

“Selamat Hari Ibu, Bu,” ucapku kepada ibu, sambil melayangkan sebuah pelukan dan kecupan di pipi ibu.

“Terimakasih ya, Mbak,” jawab ibuku, menerima pelukan dan kecupanku dengan wajah berseri. Ku lihat ibu tak mampu menyembunyikan harunya dibalik mata yang berkaca-kaca itu, memandang sebuah toko kue mungil namun cantik di depan kami. Aku berharap semoga hadiah yang kuberikan untuk ibu kali ini adalah hadiah yang berkesan, dan semoga hadiahku kali ini adalah hadiah yang kokoh tak tertandingi, sekokoh rasa cintaku kepada ibu.

___________________________________________________________

Artikel ini merupakan karya tulis peserta kompetisi storyline "Mahakarya untuk Ayah dan Ibu" yang diselenggarakan oleh IDNtimes dan Semen Gresik.

Sosial Media