11 Jan 2017 18:12

Ini 3 Aplikasi Antisipasi Tindak Kekerasan dan Pelecehan yang Wajib Ada di Smartphone Anda

keluarga kokoh

-smart.org

SHARE:

    Maraknya tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami oleh perempuan dan anak-anak membuat berbagai pihak beramai-ramai untuk melakukan langkah antisipasi. Selain mendekatkan diri dengan menghadirkan call center hingga sosial media, beberapa pihak seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kepolisian Republik Indonesia membuat aplikasi untuk mencegah tindak kekerasan. Tujuannya adalah sama, yaitu untuk meminimalisir tindak kekerasan dengan mendekatkan diri kepada masyarakat. Apa sajakah aplikasi tersebut? Ini informasinya

Perlindungan Anak Online

    Berawal dari berbagai permasalahan pengaduan anak, Aplikasi Perlindungan Anak Online Care mencoba memberikan solusi untuk menjembatani pengaduan berbagai permasalahan anak online. Di aplikasi ini Anda dapat meminta pertolongan kepada petugas terdekat secara online. Fitur pengaduan memungkinkan masyarakat untuk melaporkan indikasi tindakan kejahatan dengan korban anak-anak tanpa harus melapor ke kantor polisi. Juga ada fitur konseling yang dapat dimanfaatkan orang tua untuk berkonsultasi dengan layanan psikologi tentang buah hati. Tak kalah penting, di Aplikasi Perlindungan Anak Online juga ada ’tombol panik’ yang dapat digunakan untuk menghubungi kepolisian jika berada dalam situasi darurat.

HELP

ihelp-world.com

    HELP adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Departemen Kehakiman AS untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan. Pengguna HELP diminta memasukkan identitas lima orang tepercaya yang akan menjadi Immediate Network. Nantinya, kepada Immediate Network ini, sinyal keadaan darurat seperti keterangan lokasi pengguna akan dikirimkan selain ke pihak kepolisian. Keadaan darurat ini bisa dikirimkan lewat fitur Emergency Button, yakni Hotline, 110 Button, Buzz Button, dan SOS Button. Hotline Button akan menghubungkan pengguna melalui telepon dengan empat rekanan HELP, yakni Komnas Perempuan, Kementerian Sosial, International Organization for Migration (IOM), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Sementara 110 Button akan menghubungkan pengguna dengan pihak kepolisian.

Panic Button

    Aplikasi ini dihadirkan oleh Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk membantu masyarakat dalam menghubungi pihak kepolisian. Masyarakat dapat melapor, memberi kritik / saran, melihat informasi Kota, pelayanan polri, hingga tombol panic button yang berfungsi untuk memberi sinyal anda sedang dalam masalah. Tiap kepolisian daerah memiliki aplikasi ini untuk lebih dekat kepada masyarakat. Kota Malang adalah salah satu kota yang polresnya telah meluncurkan aplikasi ini.

 

Sosial Media