10 Jan 2017 20:00

#MahakaryaAyahIbu: Ayah Ibu, Pagi Ini Begitu Cerah

keluarga kokoh

instagram.com

SHARE:

Oleh: Diya Rahma Febrina

Kompetisi DIPERPANJANG s/d 31 Januari 2017 dan tambahan 2 topik menarik yang bisa Anda pilih!

Menangkan total hadiah utama 1 paket wisata ke Singapura, perhiasan dari Frank & Co., jam tangan dari Alexandre Christie dan berbagai hadiah menarik lainnya serta storyline terbaik akan dijadikan ide cerita untuk video komersial Semen Gresik! Info lengkapnya lihat di sini.

_________________________________________________________________________

Saya terbangun dan kemudian melihat wajah tulus seorang ibu, kutatap wajah yang indah itu dengan senyuman. Inilah anugrah terbesar dalam hidup saya, saya memiliki ibu dan ayah yang begitu tulus menyayangi saya dan saudara-saudara saya. Tangan-tangan lembut ibu yang tak pernah berhenti memberikan sentuhan, pengorbanan tenaga yang begitu ikhlas diberikan ayah ketika mencari nafkah, dan senyum indah yang tak pernah luntur menghiasi wajah mereka ketika membimbing kami, anak-anaknya.

Dahulu, setelah mampu menyelesaikan pendidikan hingga tingkat Universitas, saya sempat memiliki cita-cita yang bagi saya begitu besar. Mengawali karir dengan penuh semangat, sejauh apapun akan saya jalani, sesulit apapun akan saya perjuangkan. Saya menganggap ketika mampu masuk ke dalam perusahaan yang begitu besar dan memperoleh jabatan serta gaji yang tinggi adalah satu-satunya cara untuk membanggakan kedua orang tua saya.

Meski  saya harus berjuang sendiri di tempat yang jauh dari keluarga, meski saya harus mengorbankan waktu-waktu kebersamaan saya dengan keluarga. Hingga akhirnya jalan takdir menuntun saya untuk memiliki pekerjaan yang cukup baik dan saya tetap berada di dekat kedua orang tua serta keluarga saya. Saya bekerja hanya di bagian pelayanan pelanggan melalui telepon. Pekerjaan yang mengharuskan saya memberikan pelayanan serta menjawab pertanyaan dengan ramah dalam keadaan apapun.

Betapa senang dan tenang ketika saya bisa menceritakan semua yang saya alami di hari-hari kerja yang begitu jenuh dan melelahkan. Lelah ini seakan terhapus ketika melihat senyum keduanya. Inilah yang membuat saya menyadari, bahwa bukan hanya pekerjaan mapan dan gaji tinggi yang dapat membahagiakan saya dan kedua orang tua saya.

Saya begitu menyadari, bahwa waktu yang saya lewati bersama ayah dan ibu saya adalah harta yang tidak dapat tergantikan. Saya bisa melihat senyum ibu di sela-sela keriput pipinya setiap pagi adalah sebuah kebahagiaan. Bisa melewati hari dengan kebersamaan dan tawa ayah saya adalah anugerah. Mampu memberikan pelukan yang “Kokoh tak tertandingi” kepada ayah dan ibu saya adalah kebanggaan. Bisa sekadar mendengar atau memberikan ketenangan ketika ayah dan ibu berkeluh kesah adalah hal yang sangat penting bagi saya.

Inilah “Mahakarya” untuk ayah ibu bagi saya, dengan tulus saya memberikan segalanya untuk ayah dan ibu, segenap jiwa dan raga saya. Hingga doa-doa yang tulus mengalir dari setiap sudut bibir keduanya, diiringi tangan yang menengadah lembut. Doa-doa yang akan terwujud dalam kebahagian di hidup saya, yang pasti juga selalu saya panjatkan demi kebahagian hidup keduanya, ayah dan ibu yang saya sayangi.

Saya begitu bersyukur telah dilahirkan ditengah kelurga yang hebat. Sehingga saat sukses nanti, saya yakin kesuksesan itu karena doa ayah dan ibu saya. Kesuksesan yang akan saya persembahkan sepenuhnya kepada kedua orang tua saya. Persembahan yang begitu tulus ikhlas, sebuah kasih sayang yang tak pernah padam, perhatian dan waktu yang tak akan pernah tersita, serta cinta dan kasih yang tak hilang tergerus waktu.

___________________________________________________________

Artikel ini merupakan karya tulis peserta kompetisi storyline "Mahakarya untuk Ayah dan Ibu" yang diselenggarakan oleh IDNtimes dan Semen Gresik.

Sosial Media