09 Jan 2017 15:14

Mengapa Kita Tidak Dianjurkan untuk Tidur dalam Keadaan Lampu yang Menyala?

keluarga kokoh

-shutterstock

SHARE:

     “Ada empat dimensi dalam tubuh yang apabila keempatnya dikelola dengan baik dan seimbang akan menghasilkan kesehatan yang prima”, ujar dr. Dwi Koryanto, SpBS Rumah Sakit Darmo Surabaya. Empat dimensi tersebut adalah sehat secara biologis, psikologis, sosial, dan spiritual, sebagaimana dikutip dari Majalah SCG. Jika dapat mengetahui jam biologis dalam tubuh, maka salah satu dimensi kesehatan dalam tubuh dapat dioptimalkan dengan maksimal.

    Berbicara tentang jam biologis, kerap kali orang tidak mengetahui waktu-waktu dimana kadar hormon tertentu meningkat dan dapat meningkatkan produktifitas dalam bekerja. Sebagai contohnya adalah kadar hormon kortisol. Pada pagi hingga siang hari, produksi hormon kortisol dalam tubuh ada dalam waktu terbaiknya. Inilah alasan mengapa pagi hari baik untuk memulai aktifitas dalam bekerja. Menjelang petang hingga malam hari, kadar hormon kortisol justru turun. Sehingga bagi Anda yang terpaksa harus bekerja di malam hari, energi yang dibutuhkan lebih besar dan bila tidak diwaspadai dapat berdampak buruk bagi stamina tubuh.

    Malam hari, menurut dr. Dwi adalah waktu hormon melatonin untuk bekerja. Hormon melatonin berfungsi untuk proses rejuvenasi atau peremajaan sel-sel tubuh. Dalam membantu proses rejuvenasi, hormon melatonin bekerja dipengaruhi oleh sinar. Jika sudah terlalu lelah dan tertidur, kerap kali kita lupa untuk mematikan televisi dan lampu. Televisi dibiarkan menyala dan lampu yang bersinar terang dapat mengganggu jam kerja hormon melatonin.

    Saat tubuh istirahat pada malam hari dengan penerangan yang terang, hormon melatonin tidak dapat bekerja maksimal. Pun saat televisi yang menyala, gelombang elektromagnetik yang terpancar dapat membuat kerja hormon melatonin kurang optimal. Inilah alasan mengapa saat tidur di malam hari sebaiknya dalam keadaan gelap.   

 

Sosial Media