06 Jan 2017 15:17

Menyiasati Iklim dengan Bangunan Tropis

keluarga kokoh

-myohomes.com

SHARE:

    Adaptasi manusia terhadap iklim dan lingkungan terejawantah dalam berbagai aspek kehidupan. Demikian halnya arsitektur, bangunan dengan Gaya Tropis dinilai yang paling responsif terhadap iklim di khatulistiwa. Dalam tinjauan arsitektur pun terdapat bentuk-bentuk yang dinilai cukup adaptif terhadap kedua musim ini. Walaupun banyak gaya desain bangunan yang digunakan, kacamata pengamat menilai bangunan dengan gaya Tropis lah yang paling peka terhadap iklim.

    Beberapa bangunan sudah cukup mempunyai kepekaan dalam merespon iklim, tapi tidak kemudian kita sebut dengan responsive building. Gaya tropis pada bangunan-bangunan kolonial di antaranya yang cukup canggih merespon kondisi iklim di Indonesia, pendapat Timoticin Kwanda, ahli arsitektur dari UK Petra Surabaya, dalam sebuah kesempatan. Mengantisipasi panas dan hujan, pada bangunan tersebut sudah tampak adanya sosoran-sosoran yang cukup panjang. Selain itu juga adanya koridor atau selasar-selasar di tepi bangunan, yang fungsinya untuk menghalangi hujan sekaligus panas.

    Kalau kita perhatikan pada bangunan modern sekarang, yang katanya lebih mengutamakan pertimbangan efisiensi, kebanyakan tidak mempertimbangkan iklim. Sehingga kebanyakan sinar langsung menerpa bagian bangunan, baik pada kaca maupun dindingnya. Memang sekarang sudah banyak kaca yang mampu memantulkan sinar hingga 90%. Namun, ini tidak ramah lingkungan, sedikitnya mengganggu orang, karena pantulan sinarnya, demikian Timoticin menegaskan. Berarti berdampak lebih global bagi lingkungan.

    Kemiringan atap, ketinggian plafon, pembukaan, overstek adalah yang perlu dipertimbangkan. Rumah dengan gaya tropis intinya adalah menghindari panas atau radiasi panas langsung. Pada rumah-rumah sekarang tinggi plafon biasanya antara 2,5-2,7 meter. Kembali ke pertimbangan efisiensi, lalu mereka menyiasati pengkondisian udara dengan pemakaian AC. Kalau kita bandingkan antara bangunan sekarang dengan bangunan jaman dulu, justru lebih efisien bangunan tropis. Karena tidak memakai energi yang banyak seperti berhemat listrik.

    Bangunan tropis itu secara prinsip adalah bagaimana menyiasati iklim. Menurut Timoticin memang sulit mengadaptasikannya secara mutlak pada rumah-rumah sederhana dengan lahan yang terbatas. Apalagi kalau mempertimbangkan pula biaya pembangunannya.

 

Sosial Media