15 Sep 2016 13:04

Membangun Rumah Minimalis Berkonsep Tropis

keluarga kokoh

ruang hijau dan bukaan yang lapang merupakan ornamen wajib pada rumah tropis -majalah Rumahku

SHARE:

     Membangun rumah minimalis di daerah panas dan lembap seperti Indonesia idealnya tidak hanya dapat memaksimalkan pemanfaatan lahan terbatas, tetapi juga harus memiliki ruang dalam yang nyaman. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membangun rumah minimalis dengan konsep tropis.

Berikut majalah Rumahku memberikan beberapa aspek yang harus menjadi perhatian:

Orientasi Bangunan

     Rencanakan arah hadap rumah dengan mempertimbangkan pergerakan matahari. Upayakan agar bagian terbesar dinding dan bukaan tidak berorientasi ke timur-barat, karena dampak pemanasan membuat ruang kurang nyaman. Jika posisi lahan dan kondisi lingkungan tidak memungkinkan untuk memilih orientasi bangunan, lakukan berbagai cara untuk mengantisipasi gangguan panas, sengat dan silau. Misalnya dengan secondary skin, kanopi atau elemen pembayangan, dan pemakaian jenis kaca tertentu.

Dinding Transparan, Void dan Skylight

     Manfaatkan cahaya alami ! Buatlah bukaan atau dinding transparan (misalnya dengan material kaca) untuk membebaskan masuknya terang alami. Jika luas atau posisi lahan menyulitkan pembuatan jendela, dapat dibuat skylight. Pada rumah minimalis bertingkat, paduan skylight dan void akan membantu masuknya cahaya alami sekaligus melancarkan sirkulasi udara.
 
Sistem Ventilasi Silang

     Sistem ventilasi silang diciptakan dengan meletakkan jendela/bukaan pada dua sisi berlawanan (horizontal/vertikal) sedemikian rupa sehingga udara dapat mengalir bersilangan dengan lancar. Selain udara di dalam ruangan selalu berganti, udara panas juga akan terhalau, sehingga ruang dalam akan terasa sejuk. Jadi, pastikan jendela, bukaan, dan void di rumah minimalis Anda dirancang mengikuti konsep sistem ventilasi silang (cross ventilation) tersebut.

Ketinggian Plafon

     Jarak lantai ke plafon mempengaruhi kelancaran sirkulasi udara dalam ruang. Tinggi plafon rata-rata, idealnya sekitar 2,8-3,2 meter. Atau bisa juga dihitung dengan menjumlahkan panjang dan lebar ruang lalu membaginya dengan 2. Misalnya, jika ruang berukuran 2×4 meter maka tinggi plafon ideal ±3 meter. Membuat plafon lebih tinggi asal tidak berlebihan, termasuk membuat void, akan melegakan ruang kecil dan berpotensi menghalau panas dan sumpek.      

Ketersediaan Ruang Hijau

     Meskipun terbatas, usahakan untuk menyisakan sedikit lahan untuk membuat taman. Meskipun kecil, ruang hijau sangat bermanfaat. Selain sebagai area resapan, tanaman berguna sebagai penyedia oksigen, menyejukkan udara, peneduh dan penghalang angin, penyerap polutan hingga penambah keindahan. Jika tidak tersisa lahan sama sekali, Anda dapat membuat taman vertikal, taman kering, atau taman pot pada tempat-tempat yang memungkinkan, bahkan di dalam rumah.   

Tata Ruang Dalam

     Fasad rumah minimalis cenderung simpel, rata, dan bersih tanpa banyak ornamen dan dekorasi. Demikian pula seharusnya penataan ruang dalam dilakukan. Warna-warna netral akan membantu menciptakan ruang yang lebih terang dan lapang. Pilihlah furnitur dengan desain sederhana namun fungsional, dan gunakan dalam jumlah seperlunya. Ruangan yang terlalu penuh dengan perabot akan terkesan sempit dan sumpek.  

 

Sosial Media