04 Sep 2016 19:00

Surat Cinta untuk Generasi “Ke-Indonesiaan”

keluarga kokoh

Sumber Gambar: suarajakarta.co

SHARE:

Tulisan dari: Zulvah

 

Teruntuk pemuda – pemudi bangsa Indonesia,

Sebelumnya jika boleh jujur, aku sendiripun merasa tak layak jika harus memberi pesan kepada kalian, sebuah pesan agar menjadi generasi yang kokoh dan mandiri di masa depan.

Ya, kalian tahu, umurku masih 24 tahun 5 bulan 20 hari.

Melalui surat cinta ini, aku tak bermaksud menggurui karena sejatinya kita seumuran sebagai pemuda pemudi bangsa.

Bukan bermaksud sok nasionalis maupun patriotis karena “ke-Indonesiaan” ku pun masih sebatas mengikuti upacara kemerdekaan beserta serangkaian semarak lomba – lomba di lingkungan RT/RW.

Kalian pasti tahu saat ini Indonesia memasuki usia yang ke – 71 tahun pasca kemerdekaan.

Cukup tua bukan? Ya, jikalau kita harus memanggilnya, mungkin lebih tepatnya kita akan memanggil dengan sebutan si mbah Indonesia.

71 tahun bukanlah sebuah usia kemarin sore, kita mungkin tidak tahu pasti apa saja yang sudah dilakukan bangsa Indonesia karena kita hanya bisa mempelajarinya lewat ilmu pengetahuan bernama sejarah.

Sumber Gambar: chinadaily.com.cn

Teruntuk generasi penerus bangsa,

Pernahkah kita berterima kasih kepada Indonesia?

Jika belum, sejenak mari kita lepaskan ego kita dan berterima kasihlah pada negeri ini.

Berterima kasihlah karena kita tinggal dalam nyamannya dekapan ibu pertiwi.

Berterima kasihlah karena kita tinggal dalam gemah ripahnya negeri ini

Berterima kasihlah atas kemerdekaan yang telah diraih oleh generasi sebelum kita

 

Di usianya 71 tahun, sebuah usia yang terbilang senja, usia yang seharusnya mulai bisa menikmati kesuksesan dari apa yang telah dibangun generasi sebelumnya.

Sumber Gambar: evangelino.weebly.com

Toh kenyataanya masih banyak tumpukan permasalahan bangsa yang tiada akhirnya.

Aku sendiripun atau mungkin juga kalian tidak tahu pasti bagaimana membantu negeri ini untuk keluar dan bebas dari runyamnya permasalahan bangsa.

Lantas apa yang bisa kita perbuat?

Terlampau jauh jika Aku harus bertanya apa yang bisa kamu berikan untuk Indonesia?

Atau jangan – jangan kita malah memilih untuk berdiam diri?

Sumber Gambar: magasins1000.files.wordpress.com

Saudaraku,

Demi Indonesia,

Bukalah mata, telinga dan hati kita,

Karena terlalu banyak yang acuh pada negeri ini,

Karena terlalu minimnya karakter “ke-Indonesiaan” yang melekat dalam diri kita.

 

Aku tak memintamu untuk menghafalkan UUD 1945 untuk meningkatkan jiwa “ke-Indonesiaanmu”.

Lihat dan dengarkan rintihan Ibu Pertiwi ini dengan nuranimu

Kemerdekaan 71 tahun silam, tak bisa diraih hanya dengan tangan kosong tanpa perjuangan,

Maka tugas kita adalah melanjutkan perjuangan ini meskipun bukan dengan cara mengangkat bambu runcing

Bukankah sudah ada pemuda pemudi seperti Tantowi dan Liliyana yang telah berhasil mengharumkan nama Indonesia tepat di usianya yang ke-71 ini?

Sumber Gambar: nurlailialfina.blogspot.com

Berkaryalah sesuai dengan bidangmu, olahraga, pendidikan, IT, kuliner atau apapun itu

Maksimalkan setiap potensi yang ada pada dirimu dan buatlah ibu pertiwi bangga memilikimu

Buatlah bendera Indonesia berkibar dan nyanyian Indonesia Raya menggema di negeri orang karena prestasi kita.

 

Tak bisa dipungkiri bahwa arus globalisasi memaksa kita untuk menerima bahkan mempelajari budaya asing.

Namun bukan berarti kita ikut latah dengan keasingan itu, bukan?

 

Berpegang teguhlah pada nilai - nilai luhur ke-Indonesiaan, nilai - nilai sederhana seperti gotong royong.

Bantulah saudara setanah airmu yang kurang beruntung sesuai dengan kemampuanmu,

Rapatkan barisan kita dari manapun suku, ras, dan apa agamamu untuk menjadi satu kesatuan yang Bhineka Tunggal Ika, untuk menjadi satu kesatuan keluarga kokoh.

 

Tak perlu larut dalam perdebatan yang membawa perpecahan pada bangsa ini

Tak perlu larut dalam perdebatan hanya untuk pembenaran siapa yang benar dan salah

Agar negeri ini menjadi bangsa yang kokoh tak tertandingi karena disokong oleh pemuda - pemudi yang kokoh dan mandiri.

Karena generasi muda yang digadang – gadang sebagai generasi penerus bangsa di masa depan itu adalah kamu!

Iya Kamu, Aku, dan Kita.

Sumber Gambar: 4.bp.blogspot.com

Itu artinya tongkat estafet perjuangan bangsa ini ada di tangan kita.

Aku masih percaya pada aku, kamu, dan kita bisa menjadi generasi yang kokoh dan mandiri sekarang dan di masa depan bersama – sama membangun Indonesia.

Jangan pernah berhenti berkarya untuk senyuman Indonesia!

 

Tertanda,

Saudara Sebangsamu

Sosial Media