02 Sep 2016 19:00

Menculik Para “Pokemon” di Seberang Demi Mengokohkan Kemerdekaan Indonesia

keluarga kokoh

Sumber Gambar: duniapokemongo.com

SHARE:

Tulisan dari: Dewi Rohmani

 

Fenomena “Go Pokemon” akhir-akhir ini membuat hampir semua orang terhipnotis untuk memainkannya.

Fenomena ini membuat saya teringat dengan tugas saya sebagai guru di pedalaman Malaysia untuk anak-anak Indonesia. Belum genap 3 bulan saya meninggalkan mereka namun jeritan dan tawa mereka masih begitu terngiang di benak saya. Dalam pikiran saya, justru merekalah yang seharusnya disebut “pokemon” dan patut kita cari untuk diselamatkan dari belenggu yang menjeratnya.

Kenapa saya sebut pokemon, karena mereka adalah anak-anak Indonesia yang terjebak di Malaysia. Ketidakberuntungan akan nasib mereka yang terlahir di keluarga kurang mampu, membuat orangtua mereka harus bermigrasi demi sesuap nasi.  Tak jarang dari mereka lahir di tengah rerimbunan sawit. Terbatasnya akses terhadap sekitar membuat dunia mereka begitu sempit. Sebelum pemerintah Indonesia mengirimkan guru ke Malaysia untuk memberikan pendidikan, banyak anak Indonesia yang tidak mengenal Indonesia.

Teringat ketika  masuk kelas pertama kali, mereka bahkan tidak tahu di mana itu Indonesia, siapa presidennya dan apa lagu kebangsaannya. Seolah tertampar melihat keadaan ini dibandingkan kehidupan kita di tanah air. Pendidikan yang selalu digemborkan di tanah air menjadi generasi unggul, berbanding terbalik dengan keadaan di sini. Bangunan sekolah dari papan kayu yang sebagian lantainya sudah jebol, jika berjalan tak hati-hati akan terperosok jatuh, diperparah dengan kondisi anak-anak yang buta akan ibu pertiwinya. Padahal mereka masih berstatus “Anak Indonesia” bukan “Anak Malaysia”

Kembali lagi pada “pokemon”, TKI di perkebunan sawit Malaysia perlu dan wajib kita cari untuk diselamatkan. Seperti halnya “pokemon” perlu dicari dan diselamatkan dengan menyimpannya. Begitu pula dengan anak-anak ini.

Cari! Cari mereka dengan memberikan pendidikan secara merata seperti kemampuan membaca, menulis dan menghitung.

Sumber Gambar: cnet.com

Mereka perlu dicari karena mereka hampir tak bisa melihat dunia luar disebabkan karena dokumen mereka ditahan oleh majikan. Jika kita tak mencari mereka, selamanya mereka akan terjebak dalam kebutaan ini. Karena masih banyak bahkan ribuan anak yang belum terjamah oleh pendidikan.

Hajar! Hajar mereka dengan pengetahuan ke dalam jiwa mereka.

Sumber Gambar: gadgets.ndtv.com

Tidak hanya menuntut secara kognitif tapi juga bentuk mental mereka menjadi mental yang pemberani tentunya dengan jiwa nasionalisme dan agama yang kuat.

Kenalkan ibu pertiwi mereka sehingga mereka tahu betapa pentingnya mereka menjadi salah satu generasi yang wajib membangun Indonesia yang kokoh tak tertandingi!

 

Culik! Culik dari keadaan yang tak adil ini.

Sumber Gambar: thejakartapost.com

Kebutaan yang sudah mereka rasakan selama bertahun-tahun wajib kita obati agar mereka mampu menjadi cahaya bagi Indonesia. Indonesia adalah harga mati, tak boleh ditawar lagi kemerdekaannya. Sebagai generasi muda, kita wajib untuk terus mengokohkan negara ini yang merupakah hasil dari perjuangan  pahlawan yang telah gugur terdahulu.

Jika saya adalah orang terkaya di Indonesia, saya akan mencari, menculik, dan menghajar mereka demi tujuan mulia yaitu menyelamatkan mereka untuk mendapatkan haknya. Meskipun pemerintah Indonesia sudah memberikan akses pendidikan pada beberapa tempat, namun saat ini hanya sampai tingkat SMP saja untuk daerah pedalaman. Sehingga butuh “menculik” dan membawa mereka ke Indonesia untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya.

Jika sekarang saya hanya mampu membawa beberapa anak yang unggul untuk saya carikan beasiswa di Indonesia, terlebih lagi jika Tuhan mengizinkan saya menjadi orang kaya, maka saya berjanji akan lebih banyak lagi membawa pokemon kesayangan saya untuk masa depan yang lebih baik. Buktikan kita adalah generasi yang peduli untuk membentuk Indonesia sebagai sebuah keluarga kokoh yang tak ada siapapun berani mengusiknya.

Semoga tulisan ini memberikan gambaran serta inspirasi bagi penduduk Indonesia untuk membuka mata dan peduli pada generasi penerus yang kurang beruntung, di manapun mereka berada.

Selamatkan mereka dan wujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya! Merdeka! Terus Merdeka Indonesiaku!

Sosial Media