31 Agu 2016 07:00

5 Kebiasaan Kecil yang Sepatutnya Kita Lakukan Agar Indonesia Menjadi Bangsa Besar

keluarga kokoh

Sumber Gambar: id-photographer.com

SHARE:

Tulisan dari: Dewi Ningtias Setiawati

 

Menjaga dan memajukan negara tidak harus angkat senjata. Beberapa cara mudah ini akan membuat kita aktif ikut berkontribusi positif untuk memajukan dan mempererat kecintaan kita pada bangsa ini.

1. Belanja di pasar tradisonal dan pedagang kecil.

Sumber Gambar: jakarta.bisnis.com

Alih-alih terus menerus berbelanja di supermarket dan nongkrong di gerai fast food yang sebagian besar merupakan cabang dari luar negeri, sesekali coba belanja ke pasar tradisional yuk. Belanja di pasar tradisional itu unik dan seru. Kita bisa melakukan tawar-menawar harga yang tak bisa dilakukan di supermarket.

Bukan hanya di pasar tradisional, membeli makanan di abang-abang pinggir jalan atau kaki lima, juga tak kalah asyik dari nongkrong di cafe atau gerai fast food. Selain sensasi on the road yang akan kita rasakan saat membeli makanan di pinggir jalan, dengan membeli dagangan mereka kita turut mensupport ekonomi mereka. Sambil menyelam minum air, sambil membeli dagangan mereka, kita juga berbagi rejeki.

Kalau kita terus membeli di gerai fast food dan supermarket, maka kita membantu pengusaha besar terus menambah jumlah kekayaan dan mengguritakan usahanya. Sedangkan kalau kita membeli di pedagang kecil, kita turut membantu sebuah keluarga yang berusaha menyekolahkan anaknya dan membuat dapur tetap mengepul. Usaha saudara kita yang kecil akan tetap menjadi kecil jika kita tidak membantu mereka dengan rajin membelinya. Kalau bukan kita yang membelinya lalu siapa lagi?

2. Berwisata ke dalam negeri.

Sumber Gambar: socialtextjournal.com

Wisata dalam negeri gak kalah kok sama luar negeri. Jangan gengsi main ke pelosok nusantara karena di sanalah terletak surga tersembunyi. Bahkan beberapa tempat wisata kita malah terkenal di luar negeri misalnya: Pulau Komodo, Raja Ampat, Bunaken dan lainnya.

Saat berwisata ke suatu daerah, sempatkan untuk berbaur dengan penduduk setempat agar kita memukan saudara baru dan makin cinta dengan Indonesia. Selain itu jangan lupa menjaga kebersihan dan keindahannya. Kemudian abadikan momen wisata itu dan share di medsos agar orang lain dapat pula merasakan keindahannya sekaligus kita juga promosi pariwisata Indonesia.

3. Nonton film-film Indonesia.

Sumber Gambar: beranda.co.id

Daripada nonton film super hero produk impor, mending belajar sejarah perjuangan super hero lokal kita. Beberapa film lokal kita yang bermuatan sejarah terbukti sukses meledak di pasaran misalnya film tentang Presiden kita Pak Habibi dalam film Habibie Ainun yang ditonton oleh lebih dari 4 juta orang.

Ini bukti kalau film lokal bisa bersaing dengan film impor apalagi di negeri sendiri. Yuk tonton film lokal yang banyak mengandung nilai sejarah, sehingga bisa nenambah wawasan kita tentang nusantara tercinta ini dan membuat kita semakin sayang dengan ibu pertiwi.

4. Cintai dan gunakan produk-produk buatan anak negeri.

Sumber Gambar: ayogitabisa.com

Polygon, Lea, Aqua, GT Radial, Eiger, The Sak, Raden Roro, Sabbatha, Nilou dan  Peter Says Denim adalah beberapa merk asli Indonesia buatan anak-anak negeri yang sudah mendunia. Kalau sudah begini, masih ragu pilih produk dalam negeri? Produk dalam negeri sudah pasti berkualitas dengan harga yang tentu jauh lebih murah sekaligus bebas ongkir. Bangga dengan produk dalam negeri.

5. Meluangkan waktu untuk keluarga.

Sumber Gambar: rizqy-agung.com

Meluangkan waktu beberapa jam di suatu hari dalam seminggu untuk keluarga apa susahnya? Waktu itu bisa diisi dengan bercengkrama bersama, tanpa ponsel tanpa gadget. Di waktu itu tiap anggota keluarga fokus untuk saling berbagi cerita yang telah dilalui selama seminggu.

Apa tujuannya? Untuk mengenal dan mendekatkan orang tua dengan anak-anaknya, dan anak-anak dengan saudara mereka. Kedekatan baik secara fisik dan emosi. Kedekatan ini nantinya akan membuat keluarga lebih erat dan kompak.

Kalau ingin bangsa jadi kuat dan tidak mudah terbawa arus yang tidak seuai dengan kepribadian bangsa, benteng pertahanannya bukan dimulai dari militer, tapi dari keluarga. Keluarga adalah benteng terkuat yang akan menanam, memupuk serta menumbuhkan kepedualian dan nasionalisme bibit bangsa, sekaligus melindungi bibit muda kita dari pengaruh negatif bangsa asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.  Anak-anak Indonesia yang kuat dibangun dari kekuatan keluarganya.

Kalau keluarga kokoh bangsa juga kuat kokoh tak terdandingi. Keluarga kuat bangsa hebat. 

 

Sosial Media