26 Agu 2016 07:00

Pesan Owi-Butet pada Kaum Muda tentang Cara Mewujudkan Indonesia Kokoh Tak Tertandingi!

keluarga kokoh

Sumber Gambar: lintas.co.id

SHARE:

Tulisan dari: Dhearika Ramadhanty

 

Pahlawan tak selamanya identik dengan ketentaraan. Atlet pun bisa disebut demikian. Atlet punya misi yang sama dengan pejuang lainnya, yakni menjaga martabat dan mengharumkan nama bangsa.

Tulisan ini terinspirasi dari keberhasilan ganda campuran bulu tangkis Tantowi Ahmad dan Lilyana Natsir atau biasa disapa Owi-Butet, meraih medali emas di pesta olahraga bergengsi, Olimpiade Musim Panas Rio de Janeiro Brasil Agustus 2016. Dengan semangat patriotik, Owi-Butet sukses mengandaskan ambisi pasangan Negeri Jiran Malaysia untuk meraih emas.

Sumber Gambar: badzine.net

Sebuah kebanggaan tersendiri buat Owi-Butet atas keberhasilannya meraih gelar juara, mengumandangkan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” serta mengibarkan Sang “Merah Putih” di Negeri Samba. Merinding dan haru berurai air mata dirasakan Owi-Butet saat prosesi penyerahan medali. Situasi hampir serupa turut dirasakan oleh atlet angkat besi kita yang telah terlebih dahulu sukses dua kali meraih predikat juara kedua. Suasana sentimental ini tentu tak dapat dipungkiri. Kita yang menonton lewat layar kaca saja sangat bangga dan terharu menyaksikan momen tersebut, apalagi atlet yang berlaga. Momentum emas ini semakin sakral karena momennya bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2016.

Menyikapi kesuksesan Owi-Butet ini sudah sepatutnya Pemerintah lebih berkonsenstrasi dalam menggugah spirit anak muda agar tertarik menekuni bidang olahraga sebagai salah satu media dalam mengharumkan nama bangsa. Cara yang dapat ditempuh adalah dengan melakukan pembenahan program Pendidikan olahraga di sekolah-sekolah.

Olahraga itu sarat akan muatan positif. Moto “Mens Sana In Corpore Sano" benar adanya. Hal ini terbukti pada diri kaum muda yang identik dengan tubuh kuat dan jiwa yang sehat. Potensi alamiah ini patut dikembangkan menuju bangsa yang kokoh tak tertandingi.

Sumber Gambar: a.okezone.com

Momentum ini kiranya bisa direspon pemerintah lewat persiapan yang matang dan terencana. Program awal dapat dilakukan dengan memasukkan kegiatan olahraga ke dalam rencana strategis Nasional, guna memperoleh perhatian dan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Kegiatan selanjutnya adalah melakukan pembinaan olahraga usia dini. Pembinaan olahraga diawali dengan membuat kurikulum pendidikan olahraga yang jelas dan menambah jam mata pelajaran olahraga, khususnya di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah. Program ini di samping menumbuhkan minat berolahraga pada anak juga secara tak langsung turut mendukung terselenggaranya program “dunia anak-anak adalah dunia bermain” pada diri anak Indonesia.

Program selanjutnya adalah memberi kesempatan atlet junior mengembangkan diri mengikuti kejuaraan secara berjenjang. Tujuannya agar atlet muda tak jenuh dan juga untuk menempa mental bertanding mereka.

Sumber Gambar: dmid0fhonc2z0.cloudfront.net

Program yang tak kalah penting adalah bagaimana upaya Pemerintah menjadikan bidang olahraga sebagai lapangan kerja baru bagi generasi muda.

Caranya adalah dengan memberikan informasi seluas-luasnya bahwa atlet berprestasi akan mendapatkan rewards yang jelas dan pasti seperti pemberian bonus uang, pekerjaan tetap serta tunjangan tetap seumur hidup per bulan kepada atlet berprestasi level internasional.

Kemenangan Owi-Butet menjadi sebuah kado istimewa karena bertepatan dengan hari jadi Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus. Pesan implisit kemenangan Owi-Butet adalah bahwa ternyata olahraga mampu menjadi media “Bakti Bagi Negeri” dan dapat diandalkan menjadi sumber dalam mencari nafkah.

Secara tak langsung prestasi yang ditorehkan Owi-Butet ini mengingatkan pemerintah tentang arti penting perencanaan dan kontinuitas pembinaan olahraga dalam rangka meraih prestasi masif dan spektakuler.

Cita-cita mengharumkan nama bangsa lewat jalur olahraga ini tentu saja akan terwujud jika seluruh komponen bangsa bersatu padu membentuk karakter kaum muda menjadi kokoh tak tertandingi. 

 

Sosial Media